PERTEMUAN 2 : Prinsip Dasar Media Pembelajaran
Prinsip-Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan
membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa. Sebagian media dapat
mengolah pesan dan respons siswa sehingga media itu sering disebut media
interaktif. Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang
sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting
adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan
siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.
Oleh karena itu, perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang
interaktif yang dapat menjawab dan memnuhi kebutuhan belajar perorangan dengan
menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan medianya yang efektif guna menjamin
terjadinya pembelajaran.
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada
setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan
diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi
pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut
kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya
dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang
menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT,
dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak
didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan
seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga
menyerupai Koran.
Ada 9 (Sembilan) prinsip
media pembelajaran antara lain, yaitu :
1.
Tidak ada suatu
media yang terbaik untuk mencapai semua tujuan pembelajaran.
2.
Penggunaan media
harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian
pemanfaatan media pembelajaran harus menjadi bagian integral dari penyajian
pelajaran
3.
Penggunaan media
pembelajaran harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik
materi pelajaran yang disajikan.
4.
Penggunaan media
pembelajaran harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan
dilaksanakan seperti belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara
individual, dan belajar mandiri.
5.
Guru hendaknya
kenal betul dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus disertai
persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan
peralatan yang dibutuhkan.
6.
Penggunaan media
harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.
7.
Media yang
digunakan hendaknya dipilih secara objektif, tidak didasarkan atas kesenangan
pribadi.
8.
Aneka ragam
media
9.
Kepraktisan dan
ketersediaan media.
Penggunaan media juga harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik
materi pelajaran yang disajikan. Penggunaan media harus disesuaikan dengan
bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar secara klasikal,
belajar dalam kelompok kecil, belajar secara individual, atau belajar mandiri.
Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media
yang akan dipakai, mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan di ruang
kelas. Dengan cara ini pemanfaatan media diharapkan tidak akan
menggangu kelancaran proses belajar-mengajar dan mengurangi waktu belajar.
Dalam menggunakan media hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip
tertentu agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasi yang baik.
Prinsip-prinsip itu menurut Dr. Nana Sudjana (1991 : 104) adalah :
1.
Menentukan jenis
media dengan tepat ; artinya sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media
manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan
diajarkan.
2.
Menetapkan atau
memperhitungkan subjek dengan tepat ; artinya perlu diperhitungkan apakah
penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan atau kemampuan anak
didik.
3.
Menyajikan media
dengan tepat ; artinya teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran
haruslah disesuaikan dengan tujuan, bahan metode, waktu, dan sarana yang ada.
4.
Menempatkan atau
memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya, kapan
dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak setiap
saat atau selama proses belajar mengajar terus-menerus memperlihatkan atau
menjelaskan sesuatu dengan media pengajaran.
Prinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan
seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan
atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal ini disebabkan
adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Manfaat
penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran terutama untuk tingkat sekolah
dasar sangat penting, sebab pada masa ini siswa belum mampu berpikir abstrak.
Kehadiran media sangat membantu mereka dalam memahami konsep tertentu, yang
tidak atau kurang mampu dijelaskan dengan bahasa. Ketidakmampuan guru
menjelaskan sesuatu bahan itulah dapat diwakili oleh peranan media.
Disinilah nilai praktis media terlihat yang bermanfaat bagi siswa dan guru
dalam proses pembelajaran.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan
bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia
pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini
dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain
multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran. 12 Prinsip
Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu:
1) Prinsip
Multimedia.
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata
saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai
media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll)
menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia
tapi single-media.
2) Prinsip
Kesinambungan Spasial.
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan
berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh
karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi,
dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu
kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip
Kesinambungan Waktu.
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara
simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika
Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta
teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan
satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama
lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip
Koherensi.
Orang belajar lebih baik ketika
kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan
tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media
mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik
tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer,
hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan
apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip
Modalitas Belajar.
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada
dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus
narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal
ini, sangat mengganggu.
6) Prinsip
Redudansi.
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada
dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di
atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah
tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip
Personalisasi.
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif
(conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik
menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh
karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip
Interaktivitas.
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang
sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi game, branching). Sebenarnya,
orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam
kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu,
multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan
penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif
(dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi,
branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif,
dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip
Sinyal.
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight,
penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan
warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat
perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang
relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan
sesuatu.
10) Prinsip
Perbedaan Individu.
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan
narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks,
visual dan simulasi berpengaruh. kuat bagi mereka yang memiliki modalitas
kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip
Praktek.
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan
masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam
tentang materi yang sedang dipelajari.
12) Pengandaian.
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar
lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2013. Media
Pembelajaran. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Sanaky, Hujair. 2009. Media
Pembelajaran. Yogyakarta : Safiria Insani Press
Dari semua prinsip yang telah dijelaskan. apakah prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan secara bersamaan?
BalasHapusbisa, karena prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan agar suatu multimedia dalam pembelajaran dapat menjadi lebih efektif digunakan pada proses pembelajaran.
Hapusjelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusmenurut saya, media apa saja cocok untuk diterapkan. sebagaimana yang kita ketahui penggunaan media diterapkan agar tercapainya tujuan pembelajaran pada proses pembelajaran.karena diindonesia penggunaan teknologi juga sudah terjangkau untuk sekolah sekolah yang berada dikota. akan tetapi mungkin akan sulit untuk didaerah daerah terpencil
HapusBagaimana cara menyajikan media yang dipilih secara tepat pada penerapan nya ?
BalasHapusTambahan:
Hapus1. tujuan
Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan
2.Faktor Efektifitas
Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3. kemampuan guru dan siswa.
Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian
Apakah prinsip-prinsip yang anda jelaskan tersebut saling berkorelai/berhubungan? Apakah prinip tersebut harus diterapkan seluruhnya
BalasHapusBisakah Anda menjelaskan prinsip pengandaian itu perlu mencakup pada prinsip-prinsip media pembelajaran ?
BalasHapusjelaskan prinsip apa yang paling penting dalam multimedia pembelajaran?
BalasHapusMenurut saya, semua prinsip penting agar media yang digunakan dapat mencapai tujuan pembelajaran , dan juga pembelajaran menjadi efektif
Hapusmenurut anda prinsip mana yang paling sulit untuk diterapkan?
BalasHapusMenurut saya, berdasarkan prinsip tersebut semua prinsip saling memiliki taraf kesulitan yang berbeda jadi jika dikatakan yang mana yang sulit, semuanya sulit karena pada Prinsip-prinsip di atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan web pembelajaran
Hapuskenapa keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya penggunaan media pembelajaran merupakan penghantar pesan pembelajaran kepada peserta didik.media seperti apakah dalam hal yang di maksud dalam hal ini?
BalasHapusPenggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan. tolong berikan contohnya!
BalasHapusbagaimana ciri-ciri bahwa kita telah memilih media dengan tepat untuk suatu materi dalam proses pembelajaran?
BalasHapuseberapa pedoman yang digunakan dalam memilih media pembelajaran antara lain:
BalasHapus1. Sebelum memilih media pembelajaran, pembelajar perlu menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling baik untuk mencapai semua tujuan. Semua, masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penggunaan berbagai media pembelajaran yang disusun dengan serasi dalam proses belajar mengajar akan mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran.
2. Pemilihan media hendaknya dilakukan secara objektif, artinya benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan efektivitas belajar pebelajar, bukan karena kesenangan pembelajar atau sekedar sebagai selingan.
3. Pemilihan media hendaknya memperhatikan syaray-syarat :
a. Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b. Ketersediaan bahan media.
c. Biaya pengadaan,
d. Kualitas atau mutu teknik, penggunaan berbagai macam media pembelajaran.
apakah prinsip yang ada bisa menggambarkan seberapa efektifnya multimedia yang dibuat untuk pembelajaran?
BalasHapusPrinsip-prinsip penggunaan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Manfaat penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran terutama untuk tingkat sekolah dasar sangat penting, sebab pada masa ini siswa belum mampu berpikir abstrak. Kehadiran media sangat membantu mereka dalam memahami konsep tertentu, yang tidak atau kurang mampu dijelaskan dengan bahasa. tentu prinsip ini diterapkan agar suatu media yang digunakan menjadi efektif didalam pembelajaran
HapusRosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5).Ade Cahyana dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan.
BalasHapusmenambahkan :
BalasHapusBeberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Abdul Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik (Abdul Gafur, 2007: 20).
bisa anda jelaskan media seperti apakah yang cocok untuk salah satu prinsip e-learning yang sesuai ?
BalasHapusapakah dengan kecocokan antara media dengan materi pelajaran akan menjamin tersampaikannya materi tersebut kepada siswa dan apakah memang siswa lebih mudah mengerti?
BalasHapusBerikan contoh multimedia yang berdasarkan salah satu landasan yang anda sebutkan di atas!
BalasHapus